SEJARAH TOYOTA CROWN

Sejarah Toyota Crown dariI Generasi ke Generasi

Toyota Crown adalah mobil besar yang diproduksi oleh Toyota Motor Corporation, Japan sejak tahun 1955 sampai sekarang. Crown yang paling popular berbentuk Sedan 4 pintu dan Station Wagon. Crown Hardtop dengan kaca jendela tanpa frame dipasarkan dari tahun 1974 sampai 1999. Crown Hardtop Coupe tersedia dari tahun 1968 sampai 1983. Pada tahun 1960-an, Crown juga tersedia dalam bentuk Pick-up.

Pertengahan era 50-an mobil-mobil Amerika dan Eropa begitu mendominasi, nyaris tidak ada yang melirik Toyota Crown. Tapi adakah dari merek-merek itu yang bertahan selama Toyota Crown?

Derita kekalahan Perang Dunia II belum terhapus seluruhnya dari benak rakyat Jepang ketika para insinyur Toyota Motor Corp. memperkenalkan sedan terbaru mereka saat itu, Toyota Crown. Saat itu, tahun 1955, merek-merek Amerika dan Eropa begitu mendominasi, nyaris tidak ada yang melirik Toyota Crown. Tapi adakah dari merek-merek itu yang bertahan selama Toyota Crown?

Lebih dari 50 tahun sudah usianya dan menjadi salah satu model tertua dalam line up Toyota. Toyota Crown sangat populer di Jepang. Selama lima dekade, Crown mengabdi sebagai alat tranportasi petinggi negeri, aparat kepolisian hingga taksi – di Hong Kong, Crown juga jadi taksi-. Di Indonesia, Crown lebih dikenal sebagai sedan termewah Toyota yang awet dan handal.

Generasi-demi generasi berganti dan Toyota Crown justru makin tampak muda dan segar. Generasi ke-13 yang sekarang beredar, terdiri dari 6 varian, yaitu Royal, Athlete, Hybrid, Majesta, Sedan dan Comfort. Royal selalu jadi yang paling banyak dibeli. Varian ini berorientasi comfort. Athlete adalah satu-satunya Crown dengan kecederungan driver-oriented. Hadir sejak generasi ke-11 tahun 1999, model ini berhasil mengubah persepsi Crown yang selama ini dianggap mengedepankan fungsi comfort dan conservative. Hybrid menggunakan teknologi hybrid dan menunjukkakn mobil berukuran besar juga bisa ramah lingkungan. Majesta adalah varian termewah, paling atas dan satu-satunya bermesin V8. Crown Sedan adalah adalah varian untuk kebutuhan pemerintah dan aparat kepolisian. Karena itu harganya relatif murah. Yang lebih terjangkau lagi adalah Crown Comfort yang banyak dipakai untuk taksi.
Lebih sporty
Toyota Crown AthleteGenerasi ke-13 tampil lebih sporty, lebih muda dan lebih segar dibandingkan pendahulunya. Grille dan bumper depan lebih stylish dengan disain lampu depan lebih radikal. Sudut kaca depan lebih landai dan melahirkan kesan sporty dan cepat.Fender depan lebih seksi dan memperkuat kesan sporty.

Kesan sporty juga mengalir ke interiornya. Tentu saja tidak menghilangkan kesan mewah, ciri khas Crown. Ruang lega juga jadi ciri khas Crown. Penumpang belakang di manjakan dengan independent climate control plus ozone purifier, kursi pijat, lemari pendingin, sandaran tangan di tengah yang dilengkapi control audio dan ventilasi udara tambahan di langit-langit. Inilah fitur-fitur yang sangat akrab dengan pecinta Crwon karena selalu ada di setiap generasi.

Pecinta Toyota Crown punya pilihan empat mesin. Royal menggunakan mesin V6 masing-masing 2.5 liter dan 3.0 liter. Athlete, yang paling atletis, menggunakan mesin 3.5 liter V6 yang juga dipakai Lexus GS350. Mesin ini memproduksi daya 315hp dan 278lb-ft dan akselerasi 0-60mph kurang dari dari enam detik. Selain mesin bertenaga, handling-nya juga mengalami penyempurnaan signifikan.
Mesin lain, tentu saja, THS II hybrid power yang juga dipakai Lexus GS450. Mesin ini kombinasid ari 3.5 liter V6 dengans epasang motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan 345hp dan torsi sangat kuat di putaran rendah. Tidak seperti mild hybrid seperti yang dipakai Crown generasi sebelumnya, system yang dipakai sekarang sepenuhnya hybrid atau dengan kata lain, Crown bisa sepenuhnya bergerak hanya dengan energi listrik saja, seperti Toyota Prius. Itu dimungkinkan karena motor listriknya saja bisa memproduksi daya maksimal 200hp.

Sebagai salah satu kendaraan kelas atas, Crown dibekali teknologi safety terbaik. Diantaranya teknologi pre-crash system yang bisa mendeteksi kemungkinan tabrakan dan meminimalisir kemungkinan cidera penumpang. Teknologi ini memanfaatkan microwave radar, lalu mengaktifkan alarm, melakukan pengereman dan mengencangkan seatbelt. Tidak banyak model di dunia yang memiliki teknologi ini. Teknologi canggih lainnya adalah driver monitoring system seperti yang dipakai di Lexus LS600h untuk mendeteksi pengemudi ngantuk, lalu mencoba menyadarkan kembali. Lainnya Night View System dengan bantuan infra merah untuk meningkatkan keamanan perjalanan di malam hari.

Semangat Toyota Crown untuk terus memberikan yang terbaik bagi pecintanya, membuatnya terus hadir dengan peforma terbaik seiring tuntutan zaman.

Generasi Pertama (1955-1961)

Toyopet Crown RS

Toyota Crown pertama disebut RS karena menggunakan mesin tipe R 1900 cc dan platform tipe S yang khusus untuk sedan meskipun masih berupa ladder frame. Kemudian RS dikembangkan menjadi RS20, dan pada tahun 1959 diluncurkan model facelift RS30.
Berbasis Crown, model station wagon, van, dan pick-up disebut Masterline.

Generasi Kedua (1962-1966)

Crown RS40

Crown RS40 berubah total dari model sebelumnya, dan dimensinya juga jauh lebih besar. Crown dibuat dalam bentuk Sedan, Station Wagon, dan Pick-up.

Generasi Ketiga (1967-1970)

Crown yang menggunakan platform S50 dibuat dalam bentuk Sedan, Hardtop Coupe, Wagon, Pick-up Single Cab, dan Pick-up Double Cab.

Generasi Keempat (1971-1974)

Crown berbody besar dengan platform S60 untuk Sedan dan Station Wagon, atau S70 untuk Hardtop Coupe. Disebut whale atau ikan paus karena design exterior yang lebih bulat dibanding model sebelumnya. Lampu sein depan dan grille tipis berada diatas lampu depan dan grille utama, dan tutup tangki bensin di antara lampu belakang untuk Sedan merupakan hal yang unik pada mobil ini. Mesin Crown adalah 6 silinder type M 2000 cc, 2300 cc, atau 2600 cc. Model Sedan yang mewah disebut Super Saloon. Crown Station Wagon banyak digunakan untuk ambulance. Crown ini adalah yang terakhir dipasarkan di Amerika.

Generasi Kelima (1974-1979)

Crown dengan platform S80 dan S90 body-nya lebih kotak dari model sebelumnya. Model yang lebih mewah dari Super Saloon adalah Royal Saloon. Sedan Standard dan Deluxe, serta Station Wagon dan Van juga diproduksi. Sedan dan Station Wagon memiliki lampu depan bulat 4 buah, sedangkan Hardtop dengan lampu depan kotak 2 buah. Model Hardtop Coupe memiliki opera window di pilar belakang. Tahun 1978 diperkenalkan Crown bermesin diesel 2200 cc.

Generasi Keenam (1979-1984)

Meskipun tidak dijual di Amerika, Crown dengan platform S110 design body-nya sangat bergaya Amerika dengan model kotak dan garis yang elegant. Mesin yang tersedia adalah 6 silinder bensin 2000 cc, 2600 cc yang kemudian digantikan oleh 2800 cc. Mesin diesel 2200 cc juga tersedia yang kebanyakan digunakan untuk taxi.
Crown bermesin turbo pertama kali dibuat pada tahun 1980. Model facelift hadir dengan lampu depan kotak besar yang disebut monoblock. Royal Saloon memiliki bumper yang lebih panjang dari model lainnya.

Generasi Ketujuh (1984-1987)

Crown Sedan Royal Saloon

Crown yang menggunakan platform S120 tersedia dalam bentuk Sedan, Hardtop, dan Wagon. Ini merupakan Crown terakhir di Australia, dan tidak dijual di Indonesia.

Generasi Kedelapan (1987-1991)

Crown Hardtop Royal Saloon

Mulai sekarang, Crown hanya dijual di Jepang dan diexport ke beberapa negara Asia, Timur Tengah, dan Caribbean. Crown bermesin bensin 2000cc 1G, 2800cc 5M, 3000cc 7M, dan diesel 2400cc 2L. Pada tahun 1990, dengan hadirnya Lexus LS400 dengan mesin 4000cc 1UZ-FE, Crown Royal Saloon G juga menggunakan mesin ini. Crown Diesel LS130 adalah taxi paling popular di Hong Kong. Di Indonesia, Crown in hadir pada tahun 1989 dalam versi Royal Saloon bermesin 1G 6 silinder 2000cc.

Generasi Kesembilan (1991-2000)

Toyota Crown 2.0i Royal Saloon (GS131)

Crown Hardtop benar-benar baru dan dibuat pada S140 platform, sedangkan Crown Sedan dan Wagon meskipun panel body-nya baru tetap menggunakan S130 platform. Model yang sangat mewah disebut Crown Majesta yang juga berbentuk Hardtop tetapi body panel-nya berbeda dengan Crown Royal Hardtop. Model facelift LS130 tetap menjadi taxi di Hong Kong dan Singapore.
Di Indonesia, Crown Super Saloon dan Royal Saloon Sedan dikenal dengan sebutan Crown Lexus karena sepintas mirip Lexus LS400. Model awal menggunakan mesin 2000cc, sedangkan versi facelift dengan mesin 3000cc. Produksi Crown S130 dihentikan di Jepang pada tahun 1995, tetapi di Indonesia dijual sampai tahun 2000.

Generasi Kesepuluh (1995-1999)

Crown Sedan Royal Saloon G (JZS155)

Crown Sedan dan Hardtop menggunakan platform S150. Crown Sedan tersedia dalam versi Standard dan Super Saloon. Crown Hardtop Royal Series terdiri dari Royal Extra, Royal saloon, Royal Saloon G, dan Royal Touring. Crown Majesta yang lebih mewah juga tersedia di Jepang.

Crown Comfort (1996-Sekarang)

Crown Comfort

Toyota merilis Crown berbody lebih sempit tetapi lebih tinggi yang khusus buat taxi. Crown Comfort berbahan bakar bensin, diesel, atau LPG. Mobil ini sangat popular di Jepang, Hong Kong, dan Singapura.
Sejak tahun 2000, Comfort menjadi basis Crown Sedan yang digunakan untuk fleet seperti mobil perusahaan, rental, maupun pemerintah Jepang.

Generasi Kesebelas (2000-2004)

Crown Royal Saloon (JZS175)

Menggunakan platform S170 yang over hang depan-nya pendek sehingga interior dan bagasi-nya luas. Model Hardtop tidak diproduksi lagi. Crown Royal, Athlete, dan Majesta semua berbentuk Sedan 4-pintu, tetapi tidak disebut Crown Sedan karena nama ini digunakan untuk Crown yang lebih kecil berbasis Comfort.
Crown Station Wagon S170 benar-benar baru setelah S130, dan disebut Crown Estate, dan tetap diproduksi sampai sekarang bersama-sama dengan Crown S180.

Generasi Keduabelas (2004-2008)

Crown Royal Saloon G

Crown terbaru berbasis Zero Crown yang dipamerkan pada 2003 Tokyo Motor Show. Dibanding model-model sebelumnya, design exterior Crown ini lebih sporty. Ini adalah Crown terakhir yang resmi dijual untuk umum di Indonesia. Fitur emperan depan 170-series lebih pendek sehingga memaksimalkan ruang interior dan bagasi. Ada dua yang berbeda 170-series sedan 4-pintu, Royal dan Athlete. The Majesta adalah kendaraan terpisah yang lebih besar dan lebih panjang dari Crown. The Hardtop 4-pintu dihentikan. 170-series Estate adalah baru pertama Crown Sedan setelah seri 130. Mesin baik 2.0, 2.5, atau 3.0. V Athlete memiliki 2,5 liter 1JZ-GTE turbo. Royal juga ditawarkan dengan hibrida ringan 3.0 liter 2JZ-FSE.

Generasi Ketigabelas (2008-Sekarang)

Crown Royal Hybrid

Crown yang menggunakan platform S200 dan tersedia dalam varian Royal, Athlete, Majesta dan Hybrid hanya dijual di Jepang, dan model Royal juga dipasarkan di China. Di Indonesia Crown Royal Saloon dipakai sebagai mobil menteri.

Sekian Tulisan Dari ane, semoga bermanfaat bagi para pecinta salah satu mobil bongsorĀ  toyota ini.

Salam Mahkota Toyota Crown

Mahendra Madyaputra (Humas ToyotaCrownFamily)

One thought on “SEJARAH TOYOTA CROWN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s